SOLOPOS.COM - Hasil razia pelajar oleh Satpol PP Kota Blitar, Senin (5/10/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Irfan Anshori)

Razia pelajar bolos dilakukan setiap saat.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Kepala Seksi Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kulonprogo, Sartono mengungkapkan, operasi penertiban yang digelar rutin setiap bulan biasanya mampu menjaring empat sampai enam pelajar.

Promosi Mi Instan Witan Sulaeman

Menurutnya, warnet dan arena futsal masih menjadi tempat membolos favorit sejumlah oknum pelajar di Kulonprogo.

“Bulan lalu kami menemukan pelajar berseragam sekolah di arena futsal saat jam pelajaran. Mereka langsung berusaha kabur setelah tahu ada petugas datang,” ujar Sartono, Jumat (11/3/2016)

Sartono memaparkan, pelajar yang terjaring razia umumnya mengaku keluar karena sedang jam kosong atau tidak ada guru yang mengajar. Ada pula yang beralasan memang sudah waktunya pulang sekolah. Namun, ketika dikonfirmasi kepada pihak sekolah, ternyata hal itu tidak benar.

Meski demikian, Satpol PP Kulonprogo hanya menjalankan fungsi penertiban. Upaya pembinaan tetap menjadi kewenangan sekolah masing-masing.

“Anak-anak kami antar ke sekolah. Mereka selanjutnya mendapatkan pembinaan dari guru Bimbingan Konseling dan diharapkan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ucap Sartono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya