SOLOPOS.COM - Ilustrasi Robot (Youtube)

Dalam kontes yang diselenggarakan di Universitas Diponegoro Semarang, 21 – 23 April 2016 itu, tim yang dikoordinatori oleh Abdi Gaspen itu berhasil bersaing bersama 31 tim lain.

 

Promosi Uniknya Piala Asia 1964: Israel Juara lalu Didepak Keluar dari AFC

 

Harianjogja.com, SLEMAN-Robot pemadam api beroda dengan nama P&G2 Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNas) Jogja membawa tim Robotic STTNas berhasil kembali meraih Juara III dan Juara Inovasi Terbaik pada kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Beroda, dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Regional 3.

Dalam kontes yang diselenggarakan di Universitas Diponegoro Semarang, 21 – 23 April 2016 itu, tim yang dikoordinatori oleh Abdi Gaspen itu berhasil bersaing bersama 31 tim lain, dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta Indonesia di Jawa Tengah, DIY, dan Kalimantan.

Ketua STTNAS Ircham dalam rilis yang diterima Harian Jogja mengungkapkan apresiasi dan bangga, atas prestasi tim yang merupakan mahasiswa Teknik Elektro dan Teknik Mesin ini. Dengan diraihnya prestasi ini, tim selanjutnya berhak maju dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya pada 1 Juni 2016 mendatang. Ircham berharap mahasiswa bisa terus mengembangkan karya mereka ini dan meraih hasil terbaik.

“Robot Pemadam Api ke depan dapat sebagai alternatif inovasi sebagai alat aktivitas mendeteksi titik api kebakaran dan diimplementasikan dalam masyarakat sekitar,” ujar dia, Rabu (27/4).

Kepala Humas STTNAS Suparyanto menyebutkan tim STTNas merupakan satu-satunya tim yang berasal dari Sekolah Tinggi di Region 3, yang maju ke babak nasional kategori robot pemadam kebakaran. Ia optimistis jurusan teknik, terutama di STTNas akan semakin diminati. Unit kegiatan Tim Robot Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) STTNas sedianya akan terus dikembangkan, baik dalam bentuk bantuan dana dan fasilitas dari kampus.

“Program Studi Vokasi D3 Elektro dan Mesin diharapkan akan semakin berkembang seiring dengan tuntutan kompetensi. Setiap Mahasiswa Teknik Elektro, di awal masuk kuliah otomatis sudah terdaftar sebagai anggota tim robot,” kata dia.

Ketua Tim Robot Abdi Gespen mengatakan ada sembilan tim dari Regional 3 yang maju ke tingkat nasional. Dari evaluasi yang dilakukan timnya, dirinya melihat ada sedikit kelemahan dan akan menyempurnakannya dalam kompetisi tahap berikutnya.

“Kami harus lebih kompak dan semangat untuk menyambut berkompetisi di tingkat nasional,” tutur Abdi, dihubungi lewat pesan singkat. .

Dalam KRI Regional III yang menjadi unsur penilaian, lanjut dia, antara lain kemajuan rancang bangun mekanik robot, sistem kontrol sensor dan rangkaian interface robot. Selain itu kemampuan robot tersebut bisa dinyalakan tanpa sentuhan tangan dengan frekuensi suara, kemampuan robot menyusuri ruangan, menghindari penghalang, memadamkan api menggunakan air, dan menyelamatkan objek yang akan ditolong. Sejak awal pihaknya menargetkan dapat lolos mewakili Indonesia dalam kompetisi serupa tingkat Internasional di Trinity Amerika Serikat. Abdi menambahkan, saat ini tim sedang fokus dalam agenda penyempurnaan robot, mulai dari mekanik, program, sampai sistem elektrik yang terpasang pada tubuh robot.

“Setidaknya setelah berkompetisi di tingkat regional kemarin kita jadi banyak referensi, bagaimana robot lawan dan bagaimana kekurang-kelebihan robot kita. Jadi semua perubahan dan penyempurnaan robot mengacu disitu,” imbuh lelaki yang akrab disapa Gespen itu.

Ia berharap dalam kompetisi selanjutnya semua berjalan dengan lancar, dijauhkan dari berbagai masalah baik dalam tim maupun robot. Selain itu robot bisa menjalankan misi sebagaimana mestinya dengan catatan waktu secepat mungkin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya