Jogja
Jumat, 9 September 2011 - 07:44 WIB

Romantic Modern tema mantu Walikota Jogja

Redaksi Solopos.com  /  Budi Cahyono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Upacara pedang pora menjadi awal resepsi pernikahan putri bungsu Walikota Jogja Herry Zudianto hari ini. Tema Romantic Modern yang dipilih diwujudkan sebagai pernikahan paduan adat Jawa dan militer.

Ruang Gedung Jogja Expo Center (JEC) malam ini berwarna emas dan tembaga. Warna itu adalah pilihan pasangan pengantin putri bungsu Walikota Jogja, Annisa Rahma Herdyana, 21, dan perwira polisi Lucky Cavarina Wainal Usman, 26 untuk resepsi pernikahan mereka.

Advertisement

Selain seorang perwira polisi, Lucky adalah putra Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Johny Wainal Usman. Pernikahan Romantic Modern dua putra pejabat ini bakal meriah dengan hadirnya tamu-tamu penting.

Sebelum resepsi dimulai, kedua pasangan akan melalui upacara Pedang Pora, tradisi pernikahan militer. Annisa akan mengenakan kebaya modifikasi rancangan Yenny Soekirno (Jakarta) sementara Lucky mengenakan seragam militer pakaian dinas upacara (PDU).

Cerita singkat mengenai pahargyan dikisahkan ibunda Annisa, Dyah Suminar, pernikahan dibingkai dalam kombinasi adat Jawa dan militer menyesuaikan profesi calon mantu. Dyah mengatakan, untuk riasan pengantin putri dipasrahkan kepada Liestiani Sintawati atau Lies Adang, kerabat Herry Zudianto.

Advertisement

Diketahui, Lies Adang sebelumnya pernah merias putri ketiga Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Maduretno. “Untuk akad nikah di rumah riasannya Paes Jogja corak putri, malam hari saat resepsi riasan Paes Ageng adat Jogja. Manten kakung tetap mengenakan seragan PDU,” terang Dyah, dihubungi Harian Jogja, Rabu (7/9).

Rangkaian pernikahan Annisa dan Lucky akan diawali dengan pengajian di kediaman Herry Zudianto di daerah Golo, Umbulharjo. Selanjutnya berturut-turut dilakukan siraman dan midodareni pada hari ini, Kamis (10/9). Pagi harinya, akad nikah dilangsungkan pukul 08.00 WIB. Pengantin putri mengenakan kebaya rancangan Is, desainer kebaya dari Wirobrajan, Jogja.

Mendukung acara pernikahan, panitia dan penerima tamu akan mengenakan batik tulis kombinasi bercorak moderen. Sementara untuk memeriahkan rangkaian acara, beberapa kesenian telah disiapkan di antaranya gamelan mini dan kroncong warga Umbulharjo di kediaman Herry, sedangkan untuk resepsi akan dihibur dengan kelompok orkestra kecil.
Mengenai keluarga calon besan, Dyah mengatakan pihak keluarga asal Sulawesi tersebut mengikuti prosesi pernikahan adat Jawa-Jogja. “Besan nantinya tidak ngundhuh mantu, semua dilaksanakan di Jogja adat Jawa,” lanjutnya.

Advertisement

Sementara menurut Annisa, pernikahan yang diinginkannya adalah pernikahan yang simpel. Ia sendiri turut ikut memilih warna dan konsep untuk pernikahannya. “Intinya saya mohon doa restu untuk kelancaran dan proses pernikahan sampai usai,” ujarnya singkat. (Wartawan Harian Jogja/Pamuji Tri Nastiti)

Foto: Sesi foto putri Walikota Jogja (Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)

HARJO CETAK

Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif