Jogja
Rabu, 7 Juli 2021 - 11:51 WIB

RSUD Wates Kesulitan Cari Tambahan Nakes, Banyak yang Mundur Setelah Tahu Akan Tangani Pasien Covid-19

Hafit Yudi Suprobo-harian Jogja  /  Kaled Hasby Ashshidiqy  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi (Detik.com/AP Photo)

Solopos.com, KULONPROGO — RSUD Wates di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogkayarta (DIY)  masih kesulitan dalam mendapatkan tenaga kesehatan (nakes) tambahan. Penambahan nakes diperuntukkan untuk penanganan pasien Covid-19.

Direktur RSUD Wates, Lies Indriyati, mengatakan pada Juli 2021 ini, ia menerima pendaftaran tenaga kesehatan sebanyak 20 orang. “Dari 20 orang yang mendaftar di RSUD Wates, saat waktu tes yang  datang 19 orang. Namun, yang lolos hanya 15 orang,” kata Lies pada Rabu (7/7/2021).

Advertisement

Dari 15 orang lolos, enam di antaranya justru mengundurkan diri. Alasannya, karena akan ditempatkan di bagian penanganan pasien Covid-19. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mundur dari pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Pedagang Pasar Wates Sambat Sepi Pembeli Saat PPKM Darurat

Advertisement

Baca Juga: Pedagang Pasar Wates Sambat Sepi Pembeli Saat PPKM Darurat

“Tidak semua sukarelawan medis yang sudah diterima bersedia ditugaskan dalam penanganan pasien Covid-19. Pada masa pandemi Covid-19 ini kami memang kesulitan mendapatkan SDM Kesehatan,” kata Lies.

RSUD Wates saat ini sangat membutuhkan nakes tambahan. aAsalnya, ada 87 nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara itu, 67 karyawan masih menunggu hasil swab PCR.

Advertisement

“Sukarelawan yang bersedia di ruang jenazah harus benar-benar memiliki mental kuat. Mendapatkan sukarelawan pada masa seperti ini sulit,” kata Ananta.

Baca Juga: Di Bantul, ASN Yang WFH Diawasi Satpol PP Lho!

Overload Beban Kerja

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, Baning Rahayujati, angkat suara terkait dengan banyaknya nakes di Kulonprogo yang terpapar Covid-19.

Advertisement

Penularan Covid-19 kepada nakes diduga karena beban kerja yang sudah overload atau melebihi kapasitas. Dari mulai kegiatan vaksinasi hingga pemantauan kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri.

“Penularan yang terjadi di nakes setelah kemarin kita menutup Puskesmas Pengasih II kami duga karena disebabkan memang karena overload pekerjaan. Dengan melakukan kegiatan vaksinasi, tracing, pemeriksaan swab, dan pemantauan kepada 2.152 orang yang isolasi mandiri,” kata Baning.

Ia menjelaskan seiring dengan bertambahnya beban kerja, kondisi kesehatan nakes akan berkurang. Kondisi tubuh yang kurang fit akan berakibat kepada risiko penularan Covid-19 yang semakin tinggi kepada nakes.

Advertisement

“Dalam kondisi badan yang turun, risiko penularan Covid-19 akan semakin tinggi. Penularan Covid-19 oleh nakes berawal dari rumah. Terlebih, penularan juga terjadi dari lingkungannya, keluarga atau teman dari salah satu nakes,” kata Baning.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif