Jogja
Jumat, 20 Desember 2013 - 07:55 WIB

SAPARAN BEKAKAK : Siang ini Digelar di Gamping

Redaksi Solopos.com  /  Wisnu Wardhana  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi

Harianjogja.com, SLEMAN-Upacara Adat Saparan Bekakak yang menjadi ciri kas Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Sleman akan kembali digelar pada Jumat (20/12/2013) pukul 14.00. Acara ini bakal diramaikan Pasukan Ogoh-Ogoh, Gendruwo dan Wewe Gombel.

Ketua Panitia Frans Haryono mengatakan, pelaksanaan upacara adat ini sudah diawali dengan pembuatan bekakak pada Kamis (19/12/2013). Pembuatan bekakak dilakukan di rumah Dukuh Gamping Kidul yang dilanjutkan dengan kenduri oleh warga masyarakat di tempat penyembelihan bekakak di Gamping Kidul RT 02/ RW 16.

Advertisement

“Malamnya kami akan mengambil Tirto Dono Jati dari Umbul Tlogosari Gunung Gamping yang dipimpin oleh Lurah Magersari yang diikuti oleh Santri Kanigoro, Kelompok Slawatan dari Watulangkah dan prajurit bregada pembawa Tirto Dono Jati dari Mejing Kidul,” kata Frans di Balai Desa Ambarketawang, Kamis (19/12/2013).

Acara Kamis malam juga akan dilakukan kirab kecil-kecillan dari Gamping Tengah menuju Kademangan Ambarketawang dengan penerangan oncor. Kirab ini membawa Bekakak, Ogoh-Ogoh, Gendruwo dan Wewe Gombel dengan dikawal oleh prajurit Wirosuto.

“Di Kademangan kami lanjutkan dengan upacara midodareni dan kenduri di Balaidesa Ambarketawang. Pada malamnya dilanjutkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Tono Hadi Sugito,” jelas Frans.

Advertisement

Sedangkan acara resmi Upacara Adat Saparan Bekakak ini akan dilakukan Jumat (20/12/2013). Dimana nantinya bekakak yang telah dibuat diarak dari lapangan Kademangan Ambarketawang menuju petilasan di Gamping Kidul dan petilasan Gunung Gamping di Tlogo untuk dilakukan penyembelihan bekakak.

“Di sana nanti akan ada penyembelihan bekakak. Ini sudah adat dan ritual nenek moyang kami. Dulu sebagai ganti agar roh jahat tidak mengganggu kami bekerja mengeruk gamping. Meskipun sekarang sudah tidak ada gamping, namun ritual ini masih ada di jiwa kami,” kata Frans.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif