Jogja
Rabu, 17 April 2013 - 18:52 WIB

SEPUTAR JOGJA : Rp200 Juta untuk Renovasi Kecamatan Kraton

Redaksi Solopos.com  /  Maya Herawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - FOTO JIBI/Harian Jogja/Eva Syahrani Sekretaris Kecamatan Kraton, Widodo Mujiyatna menunjukkan lokasi bangunan yang akan dirobohkan karena tidak layak, Rabu (17/4).

 

FOTO JIBI/Harian Jogja/Eva Syahrani
Sekretaris Kecamatan Kraton, Widodo Mujiyatna menunjukkan lokasi bangunan yang akan dirobohkan karena tidak layak, Rabu (17/4).

Advertisement

JOGJA—Salah satu bangunan di kantor Kecamatan Kraton akan dirobohkan karena sudah tidak layak. Ruang pelayanan juga akan segera direnovasi untuk menyesuaikan dengan sistem Pelayanan Terpadu Kecamatan (PATEN).

Sekretaris Kecamatan Kraton, Widodo Mujiyatna mengungkapkan bangunan yang akan dirobohkan tepat berada disebelah pendapa. Bangunan itu seharusnya digunakan untuk kantor SKPD lain yang bertugas di Kecamatan, Koperasi Dewi Sri, ruang PKK, Panitia Pengawas Pemilu dan juga Panitia Pemilihan Kecamatan. Namun karena kondisinya sudah tidak layak huni dan tidak kokoh, bangunan itu harus dirobohkan.

“Rencananya hari ini [kemarin] akan kami robohkan. Sementara ini, petugas SKPD lain ditempatkan di pendapo. Bangunan tidak kami bangun lagi, tapi untuk halaman,” ucap dia ditemui di kantor, Rabu (17/4).

Advertisement

Selain merobohkan bangunan, Kecamatan Kraton juga akan merenovasi ruang pelayanana. Camat Kraton, Yuniarnomengungkapkan pada awalnya direncanakan Kecamatan Kraton akan direnovasi total.

Namun mengingat keterbatasan dana yang ada, hanya kantor pelayanan yang akan direnovasi. “Alokasi dananya sekitar Rp 200 juta,” ungkap dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan ruang pelayanan itu akan direncanakan dengan desain seperti Bank Jogja. Seluruh pelayanan dapat dilayani di satu ruangan dengan bagian-bagian yang juga telah jelas. Pelayanan pun diharapkan dapat selesai di satu tempat dan memudahkan masyarakat.

Advertisement

“Nanti akan kami buat nyaman seperti di bank itu, jadi warna tinggal menunggu prosesnya bisa sambil baca-baca. Tidak seperti sekarang yang ruangannya pisah-pisah. Petugas juga sudah nggak bisa main-main,” jelas dia.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif