Jogja
Selasa, 27 Maret 2018 - 21:20 WIB

Setiap Tahun, Penderita TBC di Kota Jogja Capai 900 Orang

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Kampanye anti-Tuberculosis dan sosialisasi pencegahannya. (Maulana Surya/JIBI/Solopos)

Jumlah penderita Tuberculosis (TBC) di wilayah Kota Jogja ada di rata-rata angka 900 kasus

Harianjogja.com, JOGJA– Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja, selama tiga tahun terakhir jumlah penderita Tuberculosis (TBC) di wilayah Kota Jogja ada di rata-rata angka 900 kasus.

Advertisement

Kasi pengendalian penyakit Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengungkapkan jumlah penderita TBC di Kota Jogja selama tiga tahun terakhir, tidak mengalami perubahan yang signifikan. “Rata-rata masih 900 kasus per-tahunnya,” katanya kepada Harianjogja.com, Senin (26/3/2018) lalu.

Rincian data Dinkes Kota Jogja terkait dengan jumlah kasus penderita TBC yakni, 2015, 839; 2016, 1.006 dan 2017, 943 kasus. Jumlah tersebut diperoleh dari 18 puskesmas di 14 kecamatan wilayah Kota Jogja. Namun, keseluruhan jumlah tersebut sudah termasuk dengan penderita TBC dari luar Kota Jogja.

“Itu data selama tiga tahun, jumlahnya meliputi seluruh tipe penyakit TBC, tapi tidak semuanya dari kota loh, ada juga penderita dari kabupaten lain juga ditangani di sini, jadi kalau untuk 2017 totalnya yang warga kota jogja ada 551 penderita,” ujar Endang.

Advertisement

Endang menjelaskan ada dua klasifikasi TBC yakni yang menyerang paru-paru dan di luar paru-paru atau disebut ekstra paru yang menyerang tulang, ginjal, otak dan organ tubuh lainnya.

Adapun kasus yang paling banyak ditemui di wilayah kota Jogja adalah yang meyerang paru-paru. “Untuk kasus [TBC] yang paling banyak itu menyerang paru, sedangkan sisanya, yaitu ekstra paru sebanyak 24,28%,” katanya.

Endang mengatakan salah satu penyebab TBC banyak diderita oleh warga Jogja karena kepadatan penduduk dan banyaknya permukiman kumuh. Hal itu lanjutnya semakin memperbesar kemungkinan masyarakat untuk terjangkit penyakit tersebut.

Advertisement

“Salah satu penyebab TBC di Kota Jogja karena kepadatan penduduk, rumah kumuh, rumah lembab, serta ruangan berapa petak tapi diisi banyak orang. Kan itu jadi tidak ada akses udara dan matahari secara langsung, padahal kuman [penyebab] TBC mudah mati dengan matahari langsung,” ungkapnya.

Endang menambahkan Dinkes Kota Jogja selalu berupaya untuk menangani kasus TBC ini. Beberapa program dari pihaknya juga telah dan akan dilakukan. Beberapa di antaranya yakni dengan penyuluhan dan pembinaan, memberikan reward berupa uang sebesar Rp750.000 bagi penyintas TBC yang telah sembuh, dan program yang akan datang ialah melakukan renovasi kepada penderita TBC yang berada di kawasan kumuh guna mendapat akses udara dan matahari yang layak.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif