Jogja
Senin, 22 April 2013 - 19:20 WIB

SISWI DITEMUKAN TERBAKAR : Polisi Kejar Ayah Salah Satu Tersangka

Redaksi Solopos.com  /  Maya Herawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Foto Siswi Korban Pembunuhan dan Pembakaran JIBI/Harian Jogja/Sunartono

Foto Siswi Korban Pembunuhan dan Pembakaran
JIBI/Harian Jogja/Sunartono

SLEMAN-Kepolisian akhirnya menetapkan enam tersangka yang terlibat dalam pembunuhan pembakaran terhadap RPR yang juga siswi kelas XI SMK YPKK 3 Sleman.

Advertisement

Meski demikian polisi masih memburu satu orang lagi berinisial CA yang diduga merupakan orangtua dari salahsatu tersangka YN.

Kapolres Sleman, AKBP Hery Sutrisman menjelaskan keenam tersangka itu adalah YN dan BG yang sejak awal sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian AR, ED dan SPR yang sebelumnya berstatus sebagai saksi kini sudah ditetapkan tersangka.

Serta terakhir adalah HRD yang ditangkap pada Sabtu pekan lalu di perbatasan Kalasan-Ngemplak kini juga ditetapkan sebagai tersangka baru. Keenamnya kini mendekan di sel tahanan Mapolres Sleman.

Advertisement

Keseluruhan pelaku yang terlibat berjumlah tujuh orang dan satu orang berinisial CA kini menjadi buronan polisi. Keterlibatan HRD disebut termasuk datang paling akhir saat pesta miras terjadi di rumah kosong hingga berujung pada pembunuhan dan pembakaran korban.

HRD jugalah yang mengetahui keberadaan motor korban. Meski demikian Hery enggan menjelaskan siapa sebenarnya HRD yang juga tersangka baru itu.

“Hasil pengembangan penyidikan pelaku tujuh orang, yaitu YN dan AR sebagai peran utama pembunuhan. Yang lain yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni BG, SPR, ED. Kemudian Sabtu malam kita tangkap HRD yang merupakan tersangka baru sesuai dengan penyidikan. Kita juga masih memburu CA,” terang Hery saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (22/4).

Advertisement

Menurut sumber Harian Jogja di lapangan, CA merupakan ayah dari tersangka YN dikenal sebagai gembong kejahatan sekaligus orang pintar di desanya. Meski belum cerai dengan ibu YN namun dalam keseharian jarang bersama dengan istrinya di rumah.

Ia dikenal memiliki pekerjaan yang tidak jelas. Dalam kasus ini CA bahkan disebut sebagai salahsatu otak pembunuhan terhadap korban RPR.

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif