SOLOPOS.COM - Humas PT PLN (Persero) Area Jogja Paulus Kardiman (kanan) ketika melakukan survei di salah satu rumah penduduk di RT 17, RW 30, Popongan Baru, Sinduadi, Mlati, Sleman, Senin (25/1/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja)

Subsidi listrik akan diputuskan setelah data pelanggan daya 450 VA dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNPPK)

Harianjogja.com, JOGJA—PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Jogja masih menunggu data pelanggan daya 450 VA dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNPPK). Saat ini, PLN masih konsentrasi melakukan survei untuk pelanggan daya  900 VA.

Promosi Moncernya Industri Gaming, Indonesia Juara Asia dan Libas Kejuaraan Dunia

Humas PT PLN (Persero) Area Jogja Paulus Kardiman mengatakan, proses survei pelanggan yang masuk data TNPPK berjalan cukup lancar. Data terakhir per Rabu (3/2/2016) menunjukkan, survei sudah berjalan kurang lebih sebesar 48,4%. Petugas di lapangan, sudah melakukan survei kepada 30.479 KK dari total 62.961 pelanggan yang harus disurvei.

“Untuk data pelanggan 450 VA yang masuk dalam daftar TNPPK, kami masih menunggu. Sampai saat ini belum turun,” ujar dia kepada Harian Jogja, Rabu (3/2/2016).

Proses verifikasi di lapangan ini dimulai 18 Januari 2016 itu diharapkan bisa selesai pada Maret 2016, termasuk untuk pelanggan 450 VA. Proses survei di lapangan dilakukan oleh pegawai PLN sendiri. Adapun jumlahnya sekitar 250 petugas.

Tujuannya, agar hasil survei benar-benar sesuai dengan yang diharapkan dan tepat sasaran. Hasil survei akan kembali dikirimkan ke TNPPK untuk ditentukan siapa saja yang berhak menikmati daya 900 VA dan 450 VA dengan subsidi.

Kardiman menegaskan, PLN hanya membantu melengkapi data. PLN bukan pihak yang mengambil keputusan mengenai siapa di antara pelanggan yang masih berhak menikmati subsidi. Saat ini ada 1,2 juta pelanggan PLN Area Jogja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 781.318 orang merupakan pelanggan daya listrik yang disubsidi (900 VA dan 450 VA).

Ada pun rinciannya, 435.423 pelanggan 450 VA dan 345.895 pelanggan 900 VA di mana sebanyak 62.931 pelanggan masuk dalam daftar TNPPK. Ada pun harga produksi Rp1.352 per KWh, sementara tarif keekonomian pelanggan 450 VA sebesar Rp416 per KWh dan pelanggan 900 VA sebesar Rp585 per KWh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya