Jogja
Minggu, 27 Januari 2013 - 18:30 WIB

Talut Ambrol Diterjang Banjir, Warga Paliyan Khawatir

Redaksi Solopos.com  /  Esdras Ginting  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Jembatan ambrol. (JIBI/Harian Jogja/Gilang Jiwana)

Jembatan ambrol. (JIBI/Harian Jogja/Gilang Jiwana)

GUNUNGKIDUL—Setelah diterjang banjir, talut jembatan penghubung Dusun Tahunan dan Dusun Corot, Desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan ambrol. Akibatnya, warga harus sangat berhati-hati karena jalan di atas talut kini tak lebih dari satu meter.

Advertisement

Berdasarkan pantauan Harian Jogja, Minggu (27/1/2013), sekitar satu meter talut jembatan longsor ke dalam tebing sedalam empat meter. Talut itu menghubungkan jalan dari Dusun Corot dengan badan jembatan.

Salah satu warga desa Clorot, Sutono mengatakan, talut itu sudah longsor sekitar sepekan lalu. Sebelumnya, sempat terjadi hujan lebat sehingga air sungai meluap dan merusak talut. Menurut Sutono, jembatan tersebut adalah jalur penghubung Dusun Clorot dan Tahunan yang mempersingkat waktu tempuh warga Clorot bila akan menuju Kecamatan Paliyan.

Bila tidak segera diperbaiki, Sutono khawatir kerusakan talut akan semakin parah dan memutus jalur Clorot-Tahunan. Bila jembata itu putus, Sutono mengaku warga desa harus memutar sejauh lima kilometer untuk mencapai kecamatan Paliyan. “Kalau makin parah, warga Clorot harus memutar jauh untuk ke kecamatan,” ujar Sutono.

Advertisement

Sutono menambahkan, warga desa sebenarnya sudah melapor ke pemerintah. Akan tetapi hingga kini belum ada tanggapan akan adanya perbaikan jembatan. Jembatan Tahunan yang menghubungkan dusun Tahunan dan Clorot itu diresmikan penggunaannya 2009 silam. Jembatan itu dibangun berkat bantuan dari Pemerintah Prefektur Osaka, Jepang (Osaka Prefectural Government of Japan).

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif