SOLOPOS.COM - ilustrasi (JIBI/dok)

Tambak udang Bantul yang ditutup diharapkan menyeluruh. Perusahaan swasta yang mengelola beberapa kolam tambang di dekat JJLS pun mengaku pasrah.

Harianjogja.com, BANTUL-General Manager PT Indokor Bangun Desa, Indrawan Prasetyo Huda mengaku pasrah bila akhirnya sebagian tambak milik perusahaan harus ditutup, lantaran dianggap mengganggu jalur jalan lintas selatan (JJLS). Menurut dia, ada enam kolam tambak milik Indokor yang dekat dengan JJLS.

Promosi Selamat Datang Kesatria Bengawan Solo, Kembalikan Kedigdayaan Bhineka Solo

“Kalau kami solusinya tergantung Pemkab saja, kalau memang harus direlokasi kami ikut saja tidak masalah,” paparnya.

PT Indokor Bangun Desa telah beroperasi sejak 1999. Saat itu menurut dia, belum ada pembangunan JJLS seperti sekarang, sehingga keberadaan enam kolam tambak itu dianggap tidak masalah. Persoalan baru muncul belakangan setelah JJLS dibangun.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul Anjar Rintaka mengatakan, Pemkab sengaja tidak memberi surat pernyataan penutupan tambak ke Indokor karena perusahaan itu telah mengantongi izin resmi.

“Tambaknya hanya kami beri patok sebagai tanda dekat dengan JJLS, tapi kalau untuk tindak lanjut nanti kami koordinasikan dengan dinas terkait soal tambak milik Indokor itu, karena mereka sudah berizin,” jelas Anjar.

Sementara itu, dalam sidak yang digelar Komisi C, dewan menemukan pesatnya pertumbuhan tambak dalam beberapa tahun terakhir. Ratusan tambak membentang di sepanjang JJLS terutama di Desa Poncosari, Kec. Srandakan, Bantul

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya