SOLOPOS.COM - Titiek Soeharto saat melihat-lihat bantuan sapi untuk kelompok ternak Berkah di Dusun Ngeblak, Desa Katongan, Nglipar, Rabu (14/12/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

Titiek Soeharto menggelar dengar pendapat warga

Harianjogja.com, JOGJA — Tim dari Anggota DPR RI Siti Hediati Soeharto melakukan rapat dengar pendapat bersama warga di Taman Legawong RW11 Gambiran, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja, Sabtu (22/4/2017) sore. Kegiatan itu dilakukan untuk menyerap aspirasi warga dalam posisi sebagai anggota MPR RI. Dalam kesempatan itu, wanita yang akrab disapa Titiek itu mengingatkan warga agar tetap menjunjung tinggi nilai luhur pancasila.

Promosi Mi Instan Witan Sulaeman

Dalam kesempatan itu Titiek Soeharto menyampaikan, Kota Jogja memiliki sejarah penting dalam kemerdekaan Indonesia, salahsatunya serangan umum 1 Maret yang mampu membuktikan kepada dunia pada saat itu. Oleh karena itu ia berharap warga Jogja, terutama pemuda harus menjadi contoh bagi pemuda di derah lain dalam rangka memperkuat NKRI dan mengamalkan pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka tunggal ika.

Sebagai anggota DPR/MPR, pihaknya memiliki kewajiban untuk memasyarakatkan ketetapan MPR seperti pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu melakukan jaring aspirasi dan mengkaji sistem ketatanegaraan

“Saya pesan pemuda Jogja harus dapat memberikan contoh terbaik, mempertahankan NKRI, menanamkan nilai luhur pancasila,” ungkapnya kemarin.

Ia juga mengingatkan berbagai jenis potensi gesekan rawan muncul sewaktu-waktu. Mulai dari isu etnis, agama dan golongan, jika hal itu didiamkan maka NKRI dalam posisi berbahaya. Oleh karena itu, kata Titiek, seluruh masyarakat harus tetap berpegang tegus pada ideologi pancasila. Apalagi, nilai pancasila saat ini mulai luntur di kalangan masyarakat utamanya pemuda.

“Pancasila, bhinneka tunggal ika harus ditanamkan kepada warga sejak dini, agar Indonesia tetap kokoh dalam menghadapi ancaman,” ujarnya.

Dengan keprihatinan, itu Titiek menaruh harapan kepada warga Jogja dalam membangun NKRI ke depannya. “Kami ingin mendapatkan masukan dari masyarakat,” kata dia.

Agus Supriyanto ketua RW 11 Gambiran mengapresiasi kegiatan dengar pendapat yang dihelat oleh tim dari Siti Hediati di Taman Legawong. Menurutnya, Taman Legawong adalah bagian dari upaya untuk menata kota. Sebelumnya merupakan tempat pembuangan urugan material yang berada di pinggiran sungai. Karena masuk dalam lahan wedi kengser, pihaknya kemudian mengajukan ke Pemkot Jogja agar lahan tersebut disertifikatkan atasnama Pemkot. Seiring waktu berjalan, kawasan itu kini menjadi taman dilengkapi bangunan pendopo dan gazebo. Ia bertekad untuk membuat kawasan itu menjadi ramah anak. Harapannya, ke depan bisa menjadi wisata kuliner.

“Kami mencoba berinovasi membentuk ada angkringan dikelola pemuda Karangtaruna Guyub. Ke depan bisa menjadi wisata kuliner, butuh kesiapan SDM sehingga perlu bimbingan dan dukungan dan tokoh masyarakat,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya