SOLOPOS.COM - Becak kayuh Tetap Digemari (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)

Transportasi tradisional becak kan ditata sedemikian rupa.

Harianjogja.com, JOGJA — Pemda DIY menyusun konsep penataan becak tradisional sebagai becak wisata sebagai tindaklanjut dari Perda DIY No.5/2016 tentang moda transportasi tradisional becak dan andong. Sebanyak 15 desain becak telah ditentukan dari hasil seleksi peserta lomba. Desain tersebut akan dipakai disetiap zonasi becak tradisional.

Promosi Tragedi Bintaro 1987, Musibah Memilukan yang Memicu Proyek Rel Ganda 2 Dekade

Baca Juga : TRANSPORTASI TRADISIONAL : Shelter Andong dan Becak Disiapkan, Apa Saja Fasilitas yang Dimiliki?

Kepala Pelaksana Tugas Dinas Perhubungan DIY Gatot Saptadi menjelaskan, saat ini sudah ditetapkan oleh tim juri ada 15 desain becak tradisional dari total 190 desain yang diikuti peserta. Desain tersebut sangat beragam, tetapi menunjukkan ciri khas Jogja. Mulai dari yang mengambil tema bregodo hingga Merapi. Konsep penataan becak akan mengarah pada pariwisata, sekaligus lebih manusiawi dengan dimodifikasi daya kayuh yang lebih ringan. Namun Gatot belum berani memastikan, terkait kemungkinannya becak tersebut menggunakan daya listrik.

“Penataan ini sebagai tindak lanjut dari Perda 5/2016 bahwa ada moda transportasi tradisional nantinya bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan, ini baru ke arah lomba untuk menentukan desain. Itu nggak sulit [konsepnya], tetapi yang sulit saat penerapannya,” terangnya seusai rapat terkait desain becak di Kompleks Kepatihan, Senin (29/5/2017).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya