Jogja
Minggu, 26 Februari 2017 - 20:19 WIB

Vandalisme di Flyover Jombor Memprihatinkan

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Sejumlah relawan FKKRS terlibat dalam aksi penanggulangan vandalisme di fly over Jombor, Minggu (26/2/2017). (Foto istimewa)

Vandalisme di flyover Jombor memprihatinkan

Harianjogja.com, SLEMAN– Puluhan relawan dari Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS-Sleman) menggelar aksi pengurangan resiko bencana.

Advertisement

Ketua FKKRS Sleman Yoga Nugroho Utomo menjelaskan, kegiatan penanggulangan bencana tersebut melibatkan warga, kecamatan Mlati dan Pemdes Sendangadi, Polsek, dan Koramil Mlati.

“Dari FKKRS kami mengerahkan tujuh komunitas dengan total kekuatan 85 personil dengan peralatan 14 chainsaw,” katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (26/2/2017).

Selain digelar di dusun Duwet, penanggulangan resiko bencana juga digelar di dusun Jaten, Sendangadi, Mlati. Alasannya, wilayah Mlati rentan dengan resiko bencana angin kencang. Sejumlah pohon yang dinilai beresiko dipangkas agar tidak menimbulkan bencana. “Mlati salah satu kecamatan yang pada Januari lalu diterpa angin kencang,” kata Yoga.

Advertisement

Selain kegiatan tersebut, pihaknya juga menggelar kegiatan penanggulangan vandalisme di flyover Jombor. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Mlati Suyudi.

“Penanggulangan Vandalisme juga melibatkan siswa SMA Negeri 1 Mlati. Kami juga menerjunkan 35 relawan untuk terlibat dalam penanggulangan vandalisme,” ucapnya.

Menurutnya, aksi vandalime di fly over Jombor sangat memperihatinkan. Padahal kawasan tersebut merupakan salah satu pintu utama masuk ke wilayah Jogja. Selain di fly over Jombor, FKKRS juga sering melakukan penanggulangan aksi vandalisme di sejumlah tempat strategis lainnya.

Advertisement

“Aksi vandalisme ini muncul karena ada indikasi perang antar kelompok siswa. Kami ingin itu tidak kembali terjadi,” kata Yoga.

Camat Mlati Suyudi berharap, penanggulangan atau pengecetan kembali lokasi vandal diharapkan dapat meminimalisasi perang antar siswa sekolah. “Keterlibatan siswa sekolah dalam aksi ini agar mereka nantinya bisa memberikan pemahaman kepada siswa lainnya jika aksi vandalisme tersebut tidak dibenarkan,” kata Suyudi.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif