Jogja
Senin, 21 Agustus 2017 - 05:20 WIB

Warga Gunungkidul Mulai Lakukan Perburuan Anjing Hutan

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi domba digembalakan di perkarangan (Dok/JIBI/Solopos)

Warga Desa Purwodadi, Tepus bersama-sama dengan  anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Gunungkidul mulai melakukan perburuan terhadap kawanan anjing hutan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga Desa Purwodadi, Tepus bersama-sama dengan  anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Gunungkidul mulai melakukan perburuan terhadap kawanan anjing hutan. Langkah ini diambil untuk mengurangi potensi serangan yang mengakibatkan matinya ternak milik masyarakat.

Advertisement

Total hingga sekarang, di Desa Purwodadi sudah ada 27 kambing milik warga yang mati karena digigit kawanan anjing hutan. Kepala Seksi Pemerintahan Desa Purwodadi, Suyanto mengatakan, perburuan terhadap kawanan anjing hutan sudah dimulai sejak tiga hari yang lalu.

Ia bercerita setiap malam, sedikitnya ada 20 orang yang melakukan perburuan dengan masuk ke kawasan hutan untuk mencari keberadaan hewan yang menjadi momok bagi ternak warga itu. “Ini sebagai langkah antisipasi agar serangan tidak semakin meluas,” kata Suyanto, Minggu (20/8/2017).

Menurut dia, upaya perburuan yang dilakukan masyarakat memang belum membuahkan hasil karena tidak hingga sekarang belum ada anjing hutan yang berhasil ditembak. Meski demikian, Yanto mengakui perburuan akan terus dilanjutkan sehingga serangan ke hewan ternak dapat dicegah dan tidak semakin meluas.

Advertisement

“Untuk perburuan kami tidak sendiri karena juga menggandeng anggota Perbakin Gunungkidul. Adapun lokasi perburuan meliputi kawasan hutan Gunung Kandang, Ngiimbes, Kerukan dan Nguluran,” ujarnya.

Dikatakanya Yanto, hingga saat ini sudah ada 27 kambing milik warga yang mati karena digigit anjing hutan. Umumnya hewan ternak ini mati dengan luka gigitan leher, paha hingga perut. “Sudah 27 kambing mati ini tersebar di Dusun Sureng ada 12 kambing mati, Danggolo 14 kejadian dan satu lagi berada di Dusun Duwet,” imbuhnya.

Kepala Dusun Danggolo Iwan Alamsyah membenarkan di wilayahnya ada 14 kambing milik warga yang mati akibat digigit anjing hutan. “Rata-rata mati karena luka gigit. Namun anehnya daging tidak dimakan dan hanya menghisap darahnya,” katanya.

Advertisement

Meski sudah ada belasan kambing mati, Iwan mengakui hingga sekarang belum melihat secara pasti hewan yang melakukan penyerangan. Namun demikian, lanjut dia, sebelum kejadian warga ada yang mendengar lolongan anjing dari hutan.

Advertisement
Kata Kunci : Anjing Hutan
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif