SOLOPOS.COM - Adegan pertarungan Sugriwo dan Subali melawan Mahesa Suro dan Lembu Suro dalam pagelaran Sendratari Sugriwo Subali yang digelar di kawasan objek wisata Gua Kiskendo, Desa Jatimulyo, Girimulyo, Minggu (18/10/2015) lalu. (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)

Wisata Kulonprogo berupa Gua Kiskendo terus ditingkatkan fasilitasnya.

Harianjogja.com, KULONPROGO — Jumlah pengunjung objek wisata Gua Kiskendo Kabupaten Kulonprogo, meningkat menyusul bertambahnya fasilitas perkemahan dan fasilitas umum lainnya.

Promosi Sejarah KA: Dibangun Belanda, Dibongkar Jepang, Nyaman di Era Ignasius Jonan

Kasi Objek dan Sarana-Prasarana Disparpora Kulonprogo Kuat Tri Utama mengatakan bumi perkemahan Gua Kiskendo banyak digunakan malam keakraban mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta, bahkan “homestay” milik masyarakat setiap Sabtu dan Minggu selalu penuh.

“Saat ini ada tren, wisatawan mencari wisata alam dan berbasis masyarakat. Kami sudah berupaya menangkap peluang tersebut, salah satunya menyediakan tempat perkemahan bagi wisatawan,” kata Kuat seperti dikutip dari Antara, Minggu (22/5/2016).

Ia mengatakan pemuda di sekitar Gua Kiskendo juga secara inisiatif mengembangkan tarian Sugriwo dan Subali. Tarian ini disuguhkan kepada wisatawan setiap bulan sekali, atau permintaan dari wisatawan.

“Tarian ini semakin menyemarakkan kunjungan wisata ke Gua Kiskendo. Penarinya juga mendapat penghasilan,” kata dia.

Ke depan, kata Kuat, pihaknya bekerja sama dengan masyadakat di sekitar Gua Kiskendo mengembangkan potensi objek wisata lain yakni Kidang Kencono dan Curug Sewu yang saat ini belum dikeloka secara optimal.

Selain itu, menurut dia, kawasan Gua Kiskendo juga potensi dikembangkan agrowisata karena ada tanaman salak di setiap rumah warga. Ke depan, potensi tersebut akan dikelola secara profesional, sehingga menjadi wisata alam yang bagus.

“Kami selalu mendorong masyarakat mengembangkan potensi lokal dan dikemas menjadi sajian wisata yang menarik. Pertumbuhan dan perkembangan pariwisata tidak akan terwujud tanpa adanya peran serta masyarakat,” katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo Agung Raharjo meminta Disparpora mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Harapannya, mampu memberdayakan masyarakat, dan mengurangi pengangguran.

“Kami minta Diparpora memberikan pelatihan kepada masyarakat bagaimana melayani wisatawan dengan baik dan manajemen pariwisata,” kata Agung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya