Jogja
Selasa, 30 Juni 2015 - 02:20 WIB

KREDIT MACET GEMPA 2006 : UMKM Berharap Rampung 2015

Redaksi Solopos.com  /  Mediani Dyah Natalia  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Kredit macet gempa 2006 belum juga menemui titik temu.

Harianjogja.com, JOGJA – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) korban gempa 2006 di Daerah Istimewa Yogyakarta berharap persoalan kredit macet yang masih membelit akses permodalan segera diselesaikan pada 2015. (Baca Juga : Korban Gempa 2006 Masih Tunggu Penuntasan Kredit Macet)

Advertisement

“Kami ingin tahun ini juga bisa rampung, sesuai janji pemerintah,” kata ketua Komunitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) DIY Prasetyo Atmosutidjo, Senin (29/6/2015).

Prasetyo mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mendatangi DPRD DIY untuk menanyakan sejauh mana pemngawalan penghapusan kredit macet oleh perbankan di DIY dilakukan. “Dalam waktu dekat akan kami informasikan,” kata dia.

Menurut Prasetyo, pemutihan kredit macet bagi pelaku UKM korban gempa 2006 sudah dituntaskan pada 2013 secara keseluruhan.

Advertisement

Hal itu berdasarkan hasil kesepakatan antara Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang saat itu dijabat Dahlan Iskan serta Komisi VI DPR RI pada 4 Februari 2013 yang memutuskan akan menghapuskan kredit macet UMKM korban gempa DIY. “Meski memang sayangnya tidak ditentukan kapan batas akhir penuntasannya secara tegas,” kata dia.

Menurut dia, para pelaku UMKM korban gempa yang masih ditahan agunannya adalah pelaku usaha nasabah di Bank Mandiri, sedangkan di BNI, BRI, dan BTN seluruhnya telah mengembalikan agunan dan memulihkan nama pelaku UMKM korban gempa.

Sementara itu, dari sebanyak 535 nasabah yang pembayarannya macet di Bank Mandiri pada 2006, baru 139 nasabah yang diputihkan. “Bayangkan mereka sudah 10 tahun “di-blacklist” untuk mendapatkan akses modal di bank,” kata Prasetyo.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif