Jogja
Rabu, 27 Maret 2024 - 19:24 WIB

Terlambat Ditangani Medis, Seoran Anak di Gunungkidul Meninggal karena DBD

Andreas Yuda Pramono  /  Abdul Jalil  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi nyamuk penyebar DBD (JIBI/dok)

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Dua warga di Kabupaten Gunungkidul meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD). Salah satu dari dua warga itu akhirnya meninggal dunia karena terlambat untuk ditangani.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan kondisi salah satu warga tersebut sudah lebih dulu kritis saat dibawa ke rumah sakit.

Advertisement

“Informasi dari rumah sakit, ada keterlambatan dari bawah. Ketika sudah sampai di rumah sakit sudah kritis. Ini yang cukup berat memang,” kata Ismono, Rabu (27/3/2024).

Dia menyampaikan kedua warga yang meninggal dunia karena DBD itu masih anak-anak. Satu orang merupakan anak laki-laki berusia lima tahun dengan kondisi berkebutuhan khusus dan satu anak lagi merupakan perempuan berusia tujuh tahun.

Per Senin (18/3/2024), Dinkes Gunungkidul mencatat ada 311 kasus baik DBD maupun Dengue Shock Syndrom (DSS). Rinciannya pada Januari ada 74 penderita dengan nol kematian; Februari ada 190 penderita dengan dua kematian; dan Maret ada 47 penderita dengan nol kematian.

Advertisement

Angka kasus melonjak pada Feburari dengan jenis kelamin penderita 96 laki-laki dan 94 perempuan. Pada 2023, total kasus DBD menyentuh angka 260 kasus. Rinciannya warga umur 1-4 tahun ada 30 penderita; 5-14 tahun ada 74 penderita; 15-44 tahun ada 141 penderita; dan 44 tahun ada 15 penderita.

Dia menegaskan apabila ada warga yang mengalami gejala yang mengarah pada DBD diminta agar yang bersangkutan langsung dibawa ke Puskesmas. Dari Puskesmas, orang tersebut akan mendapat rujukan ke rumah sakit apabila memang terjangkit DBD.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul 2 Warga Gunungkidul Meninggal karena DBD, Dinkes Akui Keterlambatan Penanganan

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif